Search

Raup Omzet Rp 150 Juta Sebulan! Kisah Pemuda Kediri Sukses Bangun "Kerajaan" Bisnis Tabulampot dari Halaman Belakang

KEDIRI – Siapa sangka halaman belakang rumah yang lama terbengkalai bisa disulap menjadi mesin pencetak uang? Inilah kisah inspiratif Dava (Esdafa di Bacario), pemuda berusia 24 tahun asal Desa Purwodadi, Kecamatan Keras, Kabupaten Kediri. Melalui bendera usaha "Mahkota Omah Manggis", ia berhasil meraup omzet hingga Rp 150 juta per bulan hanya dari bisnis pertanian di pekarangan rumah.

Berawal dari keisengan saat libur kuliah online di masa pandemi COVID-19 tahun 2021, Dava kini membuktikan bahwa sektor pertanian bisa menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan bagi generasi milenial dan Gen Z.

Berawal dari Konten Viral di TikTok

Perjalanan bisnis Dava bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Awalnya, ia memiliki hobi otomotif dan berjualan mobil jeep offroad klasik. Suatu hari, ia membuat konten video di area rumahnya. Menariknya, audien media sosial justru tidak fokus pada mobil yang dijualnya, melainkan pada koleksi tanaman milik ayahnya di latar belakang video.

Konten tersebut meledak dan masuk FYP (For You Page) di TikTok hingga ditonton jutaan kali. Membaca peluang dan momentum emas ini, Dava langsung memutar haluan. Bersama ayah dan kakaknya, ia mulai menseriusi bisnis budidaya tanaman buah.

Fokus pada Tabulampot dan Buah Eksotis Impor

Mahkota Omah Manggis memiliki fokus utama pada penjualan Tabulampot (Tanaman Buah Dalam Pot). Target pasarnya sangat jelas: masyarakat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya yang memiliki keterbatasan lahan namun ingin memiliki pohon berbuah di depan rumah.

Bukan sekadar tanaman biasa, Dava membudidayakan berbagai jenis buah dengan nilai jual tinggi. Selain puluhan varietas Alpukat unggulan (lokal hingga impor dari Vietnam dan Amerika), ia juga membudidayakan tanaman eksotis bernilai jutaan rupiah seperti Black Sapote (asal Meksiko), Mamey Sapote (Amerika Latin), hingga Anggur Brazil yang bisa berbuah tanpa mengenal musim.

Untuk meningkatkan harga jual, Dava tidak hanya fokus pada buah, tetapi juga pada nilai seni. Tabulampot dibentuk sedemikian rupa melalui proses pruning (pemangkasan) sehingga menyerupai semi-bonsai yang cantik, proporsional, dan sangat estetik untuk dijadikan pajangan halaman.

Strategi Bisnis Cerdas: Kuasai Hulu hingga Hilir

Salah satu kunci sukses yang membuat omzet Mahkota Omah Manggis tembus ratusan juta adalah penerapan strategi bisnis dari hulu ke hilir (end-to-end). Mereka tidak hanya mengandalkan satu sumber pemasukan.

Ekosistem bisnis yang dibangun meliputi:

Penjualan Bibit & Tabulampot: Dikirim ke seluruh Indonesia, dari Batam hingga Jayapura, menggunakan Standard Operating Procedure (SOP) packing kayu yang ketat.

Penjualan Buah Segar: Khusus untuk alpukat dan buah panen lainnya.

Olahan Food & Beverage (F&B): Mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah seperti Salad Sayur Alpukat, Sago Avocado, dan Jus segar yang dijual setiap akhir pekan.

Wisata Edukasi (Outing Class): Membuka kebun sebagai destinasi studi tiru dan kunjungan wisata agrikultur untuk siswa sekolah hingga masyarakat umum yang ingin memetik melon green house langsung dari pohonnya.

Rahasia Subur Tabulampot Ala Mahkota Omah Manggis

Bagi para pemula yang ingin mencoba urban farming, Dava membagikan rahasia komposisi media tanam andalannya. Ia menggunakan rasio 3:2:1 (Tiga bagian sekam, Dua bagian tanah subur, dan Satu bagian kotoran hewan/kohe kambing). Nutrisi utama sangat bergantung pada kohe kambing yang didapatkan dari peternak di sekitar desanya, menciptakan siklus bisnis yang saling menguntungkan bagi warga lokal.

Dengan ketekunan, Dava berhasil mematahkan stigma bahwa bertani adalah pekerjaan kuno yang tidak menghasilkan. Dengan tagline andalannya, "Saatnya Yang Muda Yang Menanam", Dava berharap inovasinya dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk kembali melirik potensi luar biasa di sektor pertanian modern.

X

Recommendations

  • Memuat...