JAKARTA – Nama Selat Hormuz mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para pengamat ekonomi dan geopolitik global. Selat sempit yang mengapit Teluk Persia dan Teluk Oman ini merupakan urat nadi pergerakan energi dunia. Diperkirakan sekitar seperempat perdagangan minyak global melintasinya setiap hari.
Namun, di balik posisinya yang sangat strategis dan kerap menjadi titik panas geopolitik, kawasan ini menyimpan rahasia lain yang tak kalah memukau: Selat Hormuz adalah sebuah keajaiban geologis yang sangat langka.
Bagi para ilmuwan dan ahli geologi bumi, Selat Hormuz lebih dari sekadar jalur air. Kawasan ini ibarat sebuah laboratorium alam berskala raksasa, tempat di mana manusia dapat menyaksikan secara langsung dampak luar biasa dari tabrakan dua lempeng benua raksasa.
Tabrakan Lempeng Pembentuk Mahakarya Alam
Sejarah pembentukan Selat Hormuz dapat ditarik mundur hingga sekitar 35 juta tahun yang lalu. Pada masa itu, Lempeng Arab yang secara perlahan bergerak ke arah utara mulai bertubrukan dengan Lempeng Eurasia.
Proses pergerakan tektonik ini sering diibaratkan oleh para ahli seperti dua mobil yang saling bertabrakan dalam gerak lambat. Tekanan ekstrem dari tumbukan ini menyebabkan kerak bumi terlipat, memendek, dan menebal. Di sisi utara, kekuatan alam ini mengangkat daratan dan melahirkan Pegunungan Zagros yang membentang di wilayah selatan Iran.
Pegunungan Zagros memamerkan lapisan batuan sedimen berumur panjang seperti batu kapur, serpih, dan batu pasir yang tersusun secara rapi dan spektakuler. Tak heran, kawasan ini kerap disebut sebagai "surga" bagi para ahli geologi struktural yang ingin mempelajari bagaimana bebatuan bumi terbentuk.
Sementara itu, proses tabrakan yang sama juga memberikan dampak berbeda pada Lempeng Arab. Fenomena ini bisa diumpamakan seperti penggaris plastik yang melengkung ke bawah saat ujungnya ditindih oleh beban berat. Lengkungan ke bawah inilah yang menciptakan sebuah cekungan raksasa yang kemudian terisi oleh air laut, membentuk Teluk Persia dan Selat Hormuz yang kita kenal saat ini.
Fenomena Gletser Garam hingga Kerak Samudra
Keunikan geologis Selat Hormuz tidak berhenti pada lipatan pegunungannya saja. Kawasan ini menyimpan fenomena luar biasa yang dikenal sebagai kubah garam (salt domes) dan gletser garam.
Jutaan tahun lalu, lapisan garam purba yang terkubur jauh di dalam perut bumi terdorong ke atas akibat tingginya tekanan tektonik. Menakjubkannya, bongkahan garam raksasa ini mampu menembus batuan padat dan, di beberapa lokasi, terlihat "mengalir" menuruni lereng perbukitan layaknya sebuah gletser.
Di sisi selatan selat, Semenanjung Musandam di wilayah Oman memberikan pemandangan kontras yang tak kalah istimewa. Wilayah daratan yang menjorok tajam seperti belati ini terkenal dengan lanskap lembah sungai purba yang kini tenggelam oleh naiknya air laut.
Lebih dari itu, Semenanjung Musandam diakui sebagai salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana batuan ophiolite dapat ditemukan terhampar di permukaan. Batuan ophiolite merupakan material kerak samudra purba yang seharusnya berada jauh di dasar laut dalam, namun berhasil terangkat ke daratan akibat dahsyatnya tabrakan tektonik di masa lalu.
Bumi yang Terus Bergerak
Kisah geologi Selat Hormuz bukanlah sebuah babak sejarah yang sudah selesai. Bumi di kawasan ini masih terus hidup dan bergerak. Penelitian terkini menunjukkan bahwa Semenanjung Musandam masih secara perlahan bergeser merangsek ke arah utara menuju Pegunungan Zagros dalam hitungan kecepatan waktu geologis.
Menurut para ahli, tabrakan benua yang masih aktif ini berarti Selat Hormuz pada akhirnya akan terus menyempit. Jika proses ini terus berlanjut, selat ini berpotensi tertutup sepenuhnya di masa depan, meskipun proses penutupan tersebut baru akan rampung dalam rentang jutaan tahun yang akan datang.
Pada akhirnya, Selat Hormuz membuktikan dirinya lebih dari sekadar jalur pelayaran komersial. Selat ini adalah saksi bisu sekaligus mahakarya nyata dari kekuatan alam semesta, yang menghubungkan sejarah awal pembentukan planet kita dengan dinamika peradaban manusia modern.
