Langkah Masif PLN Tekan Konsumsi BBM: Siap Bangun 21 Proyek PLTS Berkapasitas 513 MWp

Jakarta - PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmen seriusnya dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Guna menekan angka konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sektor kelistrikan, perusahaan pelat merah ini bersiap mengeksekusi 21 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar.

Tidak hanya PLTS konvensional, beberapa dari proyek tersebut juga akan terintegrasi langsung dengan teknologi Battery Energy Storage System (BESS). Secara keseluruhan, total kapasitas energi bersih yang akan dihasilkan dari puluhan proyek ini ditargetkan mencapai 513 Megawatt-peak (MWp).

Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa seluruh proyek tersebut direncanakan akan mulai beroperasi secara komersial atau mencapai Commercial Operation Date (COD) secara bertahap dalam rentang waktu 2026 hingga 2028.

"Memasuki semester pertama, kami telah menyiapkan 21 proyek PLTS maupun PLTS yang dipadukan dengan BESS untuk segera dieksekusi. Skala program ini akan terus kami perluas untuk memangkas konsumsi BBM kelistrikan yang selama ini masih bergantung pada impor," ungkap Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR, Senin (13/4/2026).

Transisi Energi: Menggeser Fosil Menjadi Energi Terbarukan

Langkah agresif ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) PLN untuk mempercepat transisi menuju energi bersih yang lebih ramah lingkungan. Menurut Darmawan, proses ini bukan sekadar mengganti sumber energi, tetapi juga tentang efisiensi biaya.

"Proses transisi ini memungkinkan kita menggeser penggunaan energi fosil yang mahal menjadi sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yang jauh lebih terjangkau dan berkelanjutan," tambahnya.

Rencana Pensiun Dini Ribuan Mesin PLTD

Sejalan dengan pembangunan infrastruktur energi surya, PLN juga tengah mematangkan skenario untuk menghentikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Strategi ini krusial untuk benar-benar membebaskan sektor kelistrikan dari belenggu BBM.

PLN menargetkan untuk menyuntik mati sekitar 2.139 unit mesin diesel yang saat ini masih beroperasi dan tersebar di 741 lokasi di seluruh pelosok Nusantara.

Daftar Lengkap 21 Proyek PLTS dan BESS PLN

Berikut adalah rincian 21 proyek energi surya yang siap dieksekusi oleh PLN beserta target tahun operasionalnya (COD):

Target COD 2026:

PLTS Sumba-1, NTT (5 MWp)

PLTS Alor, NTT (1,2 MWp)

PLTS Lembata-1, NTT (3 MWp)

PLTS Lembata-2, NTT (3 MWp)

PLTS Rote-1, NTT (1,2 MWp)

PLTS Rote-2, NTT (2 MWp)

Target COD 2027:

PLTS Belinyu, Bangka Belitung (1 MWp)

PLTS Timika, Papua Tengah (10 MWp)

PLTS Terapung Gajah Mungkur, Jawa Tengah (100 MWp)

PLTS Terapung Saguling, Jawa Barat (60 MWp)

PLTS Terapung Karangkates, Jawa Timur (100 MWp)

PLTS Sepanjang-1, Jawa Timur (1 MWp)

PLTS Sepanjang-2, Jawa Timur (0,6 MWp)

PLTS Sumba-2, NTT (5 MWp)

PLTS Sumba-3, NTT (5 MWp)

PLTS + BESS Banyuwangi, Jawa Timur (100 MWp)

PLTS + BESS Pagerwojo, Jawa Timur (100 MWp)

Target COD 2028 & 2029:

PLTS Weda, Maluku Utara (5 MWp) - COD 2028

PLTS Bawean, Jawa Timur (6 MWp) - COD 2028

PLTS Rote-3, NTT (1 MWp) - COD 2028

PLTS Bawean, Jawa Timur (3 MWp) - COD 2029

Dengan eksekusi puluhan proyek energi surya ini, Indonesia diyakini akan semakin dekat dengan kemandirian energi dan target nol emisi karbon (Net Zero Emission) di masa mendatang.